Sabtu, 07 April 2012

Bersyukur

Apakah kita termasuk orang yang selalu bersyukur, atau justru jarang bersyukur? Kebanyakan orang merasa ia telah bersyukur karena sering mengucapkan Alhamdulillah. Lalu gimana dengan kita? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita sama-sama belajar terlebih dulu apa makna dari bersyukur, dan bagaimana melakukannya dengan benar. :)

Menurut tulisan di sebuah blog, bersyukur diartikan sebagai berikut :
“Bersyukur adalah menerima dan memanfaatkan segala Kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita sesuai tujuan Allah memberikan kenikmatan itu kepada kita”
Dari tulisan tersebut kita dapat menyimpulkan kalau bersyukur bukan sekedar mengucapkan Alhamdulillah maupun terima kasih kepada sang pemberi nikmat. Tetapi lebih pada bagaimana kita memanfaatkan dengan sebaik-baiknya apa yang sudah diberikan oleh Allah.

Kemudian di blog lain saya menemukan ada Tiga Unsur Bersyukur, yang meliputi :
  1. Mengucapkan terima kasih kepada si pemberi
  2. Memanfaatkan pemberian tersebut sebagai modal untuk meningkatkan kualitas diri kita
  3. Tidak menyesali apapun yang belum kita miliki, tapi memanfaatkan apapun yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meningkatkan kualitas diri kita.

Jadi ternyata belum bisa dikatakan bersyukur kalau kita hanya mengucapkan Alhamdulillah saja. Kalau ada yang mengucapkan Alhamdulillah tapi belum bisa memanfaatkan pemberian Allah dengan baik, belum bisa dikatakan kalau ia sudah bersyukur. Apalagi hanya dengan menuliskan di jejaring sosial  seperti "Alhamdulillah saya dapat rezeki", "Alhamdulillah dapat HP baru". Aduuh --" itu niatnya mau bersyukur atau pamer secara halus sih. Selain kelihatan menyombongkan diri ke orang lain, itu juga belum bisa dikatakan sudah bersyukur, kecuali memang rezeki dan HP tersebut dimanfaatkan untuk hal-hal baik sesuai dengan kebutuhan kita. 

Ada dua hal yang menyebabkan kita menjadi orang yang tidak bersyukur, seperti yang dituliskan pada wasawa blog,

Pertama
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. 
Misalnya saja kita sudah punya HP, laptop, sepeda motor, dan uang saku bulanan. Tapi kita masih saja merasa kurang, karena pikiran kita sudah dipenuhi oleh banyak keinginan lain yang belum kita miliki. Kita terlalu menginginkan HP dan laptop yang lebih canggih, mobil supaya tidak kehujanan atau kepanasan, uang bulanan yang lebih banyak, dan lainnya.

Kita terus memikirkan apa yang belum kita dapatkan. Namun ketika sudah mendapatkan kita terus menginginkan sesuatu yang lebih. Dan kembali memikirkan hal-hal lain yang kita inginkan dan belum kita dapatkan. Begitulah seterusnya, tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dimiliki. 

Memang sudah tabiat manusia untuk tidak pernah puas dan selalu menginginkan yang lebih baik. Menurut saya itu tidak salah, karena kita memang harus berpikir untuk lebih baik. Tetapi ada waktu dimana kita harus menyadari apa saja yang sudah kita miliki, sehingga kita bisa menjadi manusia yang bersyukur 

Kedua
Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, dan merasa orang lain selalu lebih beruntung.
Memang akan selalu ada orang lain yang lebih baik dari kita. Lebih cantik, tampan, pintar, kaya, dan lainnya.  Tidak salah jika kita membandingkan diri dengan orang lain, dan menyadari kekurangan pada diri kita. Tapi tidak ada gunanya untuk merendahkan diri sendiri atau justru memaksakan diri untuk menjadi seperti orang lain. Karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi bangga dan bahagialah menjadi dirimu sendiri.
"Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi."
Nah gimana dengan kalian? Saya sendiri rasanya masih kurang bersyukur dengan segala pemberian Allah baik itu diberikan secara langsung maupun melalui tangan-tangan di sekeliling saya. Mari kita sama-sama belajar dan saling mengingatkan untuk selalu bersyukur. :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar